PASANG SURUT
Untuk
apa data pasang surut
Pengetahuan
tentang pasang surut sangat diperlukan dalam transportasi laut, kegiatan di
pelabuhan, pembangunan di daerah pesisir pantai, dan lain-lain.
Mengingat
pentingnya pengetahuan tentang pasang surut terutama bagi yang tertarik
mempelajari masalah pantai dan estuari, maka akan dicoba dijelaskan tentang
pengertian pasang surut itu sendiri.
Pengertian
Pasang Surut
Pasang
surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air
laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi
dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh
matahari, bumi dan bulan. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena
jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil.
Faktor
non astronomi yang mempengaruhi pasut terutama di perairan semi tertutup
seperti teluk adalah bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan.
Puncak
gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang
disebut pasang rendah.
Perbedaan
vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range).
Periode
pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau
lembah gelombang berikutnya. Harga periode pasang surut bervariasi antara 12
jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit.
Pasang
purnama (spring tide) terjadi
ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu
akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat
rendah. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan
purnama.
Pasang
perbani (neap tide) terjadi
ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan
dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang
surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4.
Tipe pasut ditentukan
oleh frekuensi air pasang dengan surut setiap harinya. Hal ini disebabkan karena perbedaan
respon setiap lokasi terhadap gaya pembangkit pasang surut. Jika suatu perairan mengalami satu
kali pasang dan satu kali surut dalam satu hari, maka kawasan tersebut
dikatakan bertipe pasut harian tunggal (diurnal
tides), namun jika terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam
sehari, maka tipe pasutnya disebut tipe harian ganda (semidiurnal tides). Tipe pasut lainnya merupakan peralihan
antara tipe tunggal dan ganda disebut dengan tipe campuran (mixed tides) dan tipe pasut
ini digolongkan menjadi dua bagian yaitu tipe campuran dominasi ganda dan tipe
campuran dominasi tunggal.
Selain dengan melihat data pasang surut yang
diplot dalam bentuk grafik (tentunya
susah jika datanya banyak ya…), tipe pasang surut juga dapat
ditentukkan berdasarkan bilangan Formzal (F)
yang dinyatakan dalam bentuk:
F = [A(O1) +
A(K1)]/[A(M2) + A(S2)]
| dengan ketentuan : |
- F ≤ 0.25 : Pasang surut tipe ganda (semidiurnal tides)
- 0,25<F≤1.5 : Pasang surut tipe campuran condong harian ganda (mixed mainly semidiurnal tides)
- 1.50<F≤3.0 : Pasang surut tipe campuran condong harian tunggal (mixed mainly diurnal tides)
- F > 3.0 : Pasang surut tipe tunggal (diurnal tides)
Dimana:
- F : bilangan Formzal
- AK1 : amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan & matahari
- AO1 : amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan
- AM2 : amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan
- AS2 : amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh gaya tarik matahari
Karena
sifat pasang surut yang periodik, maka ia dapat diramalkan. Untuk meramalkan
pasang surut, diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masing-masing
komponen pembangkit pasang surut. Komponen-komponen utama pasang surut terdiri
dari komponen tengah harian dan harian. Namun demikian, karena interaksinya
dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut
komponen utama, akan terbentuklah komponen-komponen pasang surut yang baru. Pada
buku peramalan pasang surut yang dikeluarkan oleh DISHIDROS dan BOKOSURTANAL
tertulis nilai komponen pasut tersebut baik amplitudo maupun fase pada beberapa
lokasi di perairan Indonesia. Nah dengan mengetahui amplitudo komponen
tersebut, maka dapat dihitung kan nilai bilangan Formzal nya..so tipe pasutnya
dapat ditentukan. Nah
mungkin sedikit bingung tentang apa itu komponen M2, S2, O1, K1, P1 , M4, MS4
dan lain-lain.. (saya akan coba jelaskan pada tulisan berikutnya… so
sabar dulu ya..)
Daftar Istilah pada pasang surut
Mean Sea Level (MSL) atau Duduk Tengah adalah muka laut rata-rata pada suatu
periode pengamatan yang panjang, sebaiknya selama 18,6 tahun.
Mean Tide Level (MTL) adalah rata-rata antara air
tinggi dan air rendah pada suatu periode waktu.
Mean High Water (MHW) adalah tinggi air rata-rata pada semua
pasang tinggi.
Mean Low Water (MLW) adalah tinggi air rata-rata pada
semua surut rendah.
Mean Higher High Water (MHHW) adalah tinggi rata-rata pasang
tertinggi dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang
panjang. Jika hanya satu air tinggi terjadi pada satu hari, maka air
tinggi tersebut diambil sebagai air tinggi terttinggi.
Mean Lower High Water (MLHW) adalah tinggi rata-rata air
terendah dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang
panjang. Hal ini tidak akan terjadi untuk pasut harian (diurnal).
Mean Higher Low Water (MHLW) adalah tinggi rata-rata air
tertinggi dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang
panjang. Hal ini tidak akan terdapat pada pasut diurnal.
Mean Lower Low Water (MLLW) adalah tinggi rata-rata air
terendah dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang
panjang. Jika hanya satu air rendah terjadi pada satu hari, maka harga air
rendah tersebut diambil sebagai air rendah terendah.
Mean High Water Springs (MHWS) adalah tinggi rata-rata dari dua
air tinggi berturut-turut selama periode pasang purnama, yaitu jika tunggang
(range) pasut itu tertinggi.
Mean Low Water Springs (MLWS) adalah tinggi rata-rata yang
diperoleh dari dua air rendah berturut-turut selama periode pasang purnama.
Mean High Water Neaps (MHWN) adalah tinggi rata-rata dari dua
air tinggi berturut-turut selama periode pasut perbani (neap tides), yaitu jika
tunggang (range) pasut paling kecil.
Mean Low Water Neaps (MLWN) adalah tinggi rata-rata yang
dihitung dari dua air berturut-turut selama periode pasut perbani.
Highest Astronomical Tide (HAT)/Lowest
Astronomical Tide (LAT) adalah
permukaan laut tertinggi/terendah yang dapat diramalkan terjadi di bawah
pengaruh keadaan meteorologis rata-rata dan kombinasi keadaan
astronomi.Permukaan ini tidak akan dicapai pada setiap tahun. HAT dan LAT
bukan permukaan laut yang ekstrim yang dapat terjadi, storm surges mungkin saja
dapat menyebabkan muka laut yang lebih tinggi dan lebih rendah. Secara
umum permukaan (level) di atas dapat dihitung dari peramalan satu tahun.Harga HAT
dan LAT dihitung dari data beberapa tahun.
Mean Range (Tunggang Rata-rata) adalah perbedaan tinggi rata-rata
antara MHW dan MLW.
Mean
Spring Range adalah
perbedaan tinggi antara MHWS dan MLWS.
Mean
Neap Range adalah
perbedaan tinggi antara MHWN dan MLWN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar